
PANDEMI Covid-19 belum berakhir. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan instruksi khusus kepada delapan daerah zona merah. Setelah ada peningkatan jumlah kasus Covid-19 (JawaPos.com, 8/7/2021). Sementara, pembelajaran di sekolah harus tetap dilakukan sesuai zona tempat sekolah berada.
Pendidikan untuk semua, adalah satu konsep yang seharusnya diwujudkan dalam kehidupan kita. Hal ini terkait dengan berbagai upaya untuk menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik dan kondusif. Pendidikan menjadi satu jembatan untuk men ciptakan kehidupan. Sebagai upaya mengubah kondisi sulit menjadi mudah dijalani (Saroni, 2012: 19).
Agar tercapai kondisi yang mudah dalam pembelajaran, diperlukan kelas adaptif di masa pandemi Covid-19. Menurut Nawawi (Wiyani, 2013), kelas sebagai suatu lingkup masyarakat kecil yang merupakan bagian dari warga sekolah. Sebagai satu kesatuan yang diorganisasikan menjadi unit.
Sedangkan adaptif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), artinya mudah menyesuaikan (diri) dengan keadaan. Kelas adaptif adalah masyarakat kecil yang merupakan bagian masyarakat sekolah yang diorganisasikan, agar mudah menyesuaikan keadaan.
Penerapan kelas adaptif, yakni mengintegrasikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pembelajaran tatap muka (PTM) dalam satu platform. Langkah pembelajarannya sebagai berikut.
Pertama, membuat kelas online sebanyak kelas riil di sekolah.
Kedua, tiap kelas online diberi link meeting online. Anggotanya semua guru bidang studi dan siswa di kelas tersebut.
Ketiga, platform yang digunakan dikembangkan seluruh guru di sekolah. Sehingga semua yang dibutuhkan guru dan siswa tersedia di kelas online. Pengaturan kelas online seperti itu akan stabil dan natural, andaikan sewaktu-waktu diubah menjadi PTM.
Pembuatan kelas online, sebaiknya dalam satu akun. Bisa dengan Microsoft Teams atau Google Classroom. Banyaknya pilihan platfrom, tergantung kebijakan tiap sekolah.
Kelebihan sistem tersebut, pihak manajemen dan wakil kepala kurikulum bisa setiap saat menyupervisi tiap kelas. Guru piket juga bisa memonitor kondisi kelas, kehadiran guru, kehadiran siswa, dan jalannya kegiatan belajar mengajar. Termasuk membuat rekap dalam jurnal mengajar.
Setiap kelas online sudah terisi topik atau pelajaran yang ada. Sesuai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Konten materi pelajaran dibagi dalam dua kategori.
Pertama, materi yang berlaku satu tahun atau satu semester. Seperti Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan modul PJJ yang bisa diunggah di awal tahun ajaran baru atau awal semester.
Kedua, materi setiap Kompetensi Dasar (KD), diunggah menjelang kegiatan belajar mengajar. Baik PJJ atau PTM. Namun juga bisa diunggah setelah kegiatan belajar mengajar. Sehingga siswa selalu memiliki file materi. Sangat disarankan, guru mapel menata materi dengan membagi menjadi sesi 1, 2, 3, dan seterusnya. Materi bisa diperoleh dari YouTube, website, drive, dan mengunggah file yang sesuai.
Satu sesi atau lebih, selalu disertai lembar kerja peserta didik (LKPD) untuk penilaian setiap KD. Bisa menggunakan forms, LKPD online, dan slide templates. Jika forms dikehendaki agar sistem menilai secara otomatis, maka pada pengaturan klik kuis dan tentukan poin setiap soal.
Kelas adaptif dan penilaian adaptif telah dilaksanakan di SMPIT Al Huda Wonogiri selama dua tahun. Termasuk melaksanakan kelas digital selama PTM sebelum pandemi Covid-19. Ketika pandemi muncul, SMPIT Al Huda langsung mempertajam pelatihan kelas online. Termasuk melaksanakan kelas online dengan mengubah jadwal sesuai kebijakan pemerintah.
PJJ kelas adaptif, kehadiran guru dalam meeting sesuai jadwal, mencapai 95 persen. Guru dan siswa diberi kemudahan. Karena tidak perlu membuat link meeting room. Semua sudah dibuat sekolah. Mereka tinggal klik link kelas sesuai jadwal.
Guru yang berhalangan meeting, mengirimkan tugas yang akan disampaikan guru piket. Prinsipnya, meeting kelas online tidak boleh kosong. Agar siswa tidak keluar meeting. Sebab kalau siswa keluar meeting, sangat sulit memasukan lagi ke kelas meeting.
Terkait kehadiran siswa dalam meeting, mencapai 70 persen. Siswa tidak hadir, akan dihubungi wali kelas. Dan keesokan harinya sudah mengikuti meeting. Bagi yang sering tidak ikut meeting, wali kelas dan guru bimbingan konseling (BK) berkunjung ke rumah siswa. Memastikan ada kendala apa dan memberi solusi terbaik.
Pelaksanaan PTS, PAS dan PAT selama PJJ, dari 393 siswa SMPIT Al-Huda Wonogiri, hanya satu siswa yang mengikuti paper test. Karena kondisi sinyal internet tidak stabil. Siswa yang mengikuti penilaian harian (PH) sekitar 70 persen. Dapat diatasi dengan PH susulan. Penilaian ini sangat adaptif dan bisa diikuti semua siswa. (*)
*) Pengembang Kurikulum SMPIT Al Huda Wonogiri
Keterangan:
Artikel ilmiah ini telah dipublikasikan dalam Jawa Pos Radar Solo tanggal 14 Juli 2021

