
Tawangmangu- Kamis, 25 Agustus 2022, tepat di hari kedua kemah wisata SMPIT Al-Huda Wonogiri full dengan agenda Outbond Wisata yang diikuti seluruh peserta kemah.
Suhu dingin dataran tinggi di pagi hari yang menusuk tulang tidak menyurutkan semangat para siswa untuk tetap mengikuti kegiatan. Diawali dengan shalat tahajud pukul 03.30 WIB dilanjutkan dengan ibadah shalat subuh berjamaah di lapangan utama, siswa SMPIT Al-Huda Wonogiri melakukan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Agenda dilanjutkan senam pagi pukul 06.00 WIB yang dipandu oleh panitia. Pemanasan ringan dengan diputarkan musik mengawali senam pagi. Siswa menirukan gerakan senam yang dicontohkan instruktur. Walaupun begitu dingin, dewan penggalang berusaha mengajak seluruh peserta untuk dapat beradaptasi dengan suhu setempat. ”Ayoo! Gerakan badannya, keluarkan tangannya karena kali ini kita akan coba berkenalan dengan cuaca di sini,” kata Aisyah Zulfa selaku dewan penggalang. Semua peserta mengikuti senam dengan gembira ria. Setelah senam selesai, dilanjutkan sarapan pagi. Siswa ikhwan diinstruksikan kembali ke tenda sedangkan siswa akhwat tetap berada di lapangan utama untuk makan bersama. Agenda berlanjut dengan persiapan outbond wisata.

Keberangkatan outbond dimulai pukul 07.30 WIB, semua regu baik ikhwan maupun akhwat berkumpul di lapangan utama. Setiap regu diberi beberapa materi untuk bekal outbond. Sebelum diberangkatkan sesuai rutenya, tiap regu wajib menyanyikan yel-yel regu terlebih dahulu sesuai antrian selang-seling ikhwan-akhwat. Semua regu wajib mengikuti jalur yang sudah ditandai dan disiapkan panitia outbond.

Pos pertama adalah pos teamwork. Setiap anggota regu nanti akan diminta bekerja sama memegang tali untuk membawa bola agar tidak jatuh. Hal ini untuk melatih kerjasama dan kekompakan masing-masing regu. Pos kedua adalah pos fikih. Pada pos ini, siswa mempraktikkan tata cara bersuci ketika di alam, seperti tayamum, istijmar, mashul kuffain. Dalam pos ini, peserta mendapat pengalaman berharga tentang bagaimana seorang muslim tetap bisa bersuci dalam berbagai kondisi, sekalipun kondisi di alam.

Pos ketiga adalah pos hafalan Qur’an surat Ali Imran ayat 190-191 tentang penciptaan alam. Pos game kekompakan dimana setiap anggota memegang ujung kain yang dibentangkan untuk menahan air di gelas agar tidak tumpah. Outbond diakhiri dengan pos terakhir kembali ke bumi perkemahan.

Jalan berliku yang dilalui saat outbond begitu menantang. Kadang terjal, sempit dan kadang naik-turun yang menuntut setiap regu harus selalu waspada dan berhati-hati dalam menapaki rute outbond. Arena outbond yang begitu menantang tapi tetap seru, berpadu dengan indahnya pemandangan alam di dataran tinggi menjadikan suasana outbond lengkap dengan keceriaan siswa. Semua regu terlihat harus berlatih mandiri juga kekompakan dengan regu mereka masing-masing. “Kalau aku, gak ngerasa capek tapi arena outbondnya seru banget,” kata salah seorang siswa.
Pada siang hari semua melaksanakan shalat dzuhur berjamaah dan lanjut makan siang. Peserta kemah diperbolehkan untuk istirahat setelah perjalanan outbond yang cukup jauh. Pukul 14.00 WIB panitia kembali memberikan aba-aba seruan berkumpul di lapangan utama. Materi pionering atau tali temali menjadi agenda lanjutan setelah outbond. Kakak pembina memberikan instruksi kepada peserta kemah. Setiap regu diminta praktik membuat tiang bendera. Ada beberapa regu yang terlihat sudah mahir, ada juga adik-adik kelas yang masih kesulitan. Kakak panitia sigap dalam membantu regu yang belum bisa dan semuanya tetap ikut bekerja sama.

Sore hari setelah melaksanakan shalat ashar, semua peserta beristirahat karena panitia sedang melakukan persiapan dalam agenda api unggun malam hari. Suasana sore saat itu semakin ramai karena beberapa siswa dijenguk oleh orang tua. Peserta diberi waktu sejenak untuk menikmati indahnya pesona wisata alam Wonder Park dengan beberapa wahana permainan seru dan mengasyikkan. Beberapa peserta juga ada yang melakakukan aktivitas pribadi, seperti mandi dan bersiap sholat maghrib. Adzan maghrib berkumandang, agenda dilanjutkan dengan shalat maghrib dan makan malam. Kegiatan api unggun akan dimulai pada malam hari.

Pukul 19.30 WIB upacara api unggun dimulai diikuti semua peserta dengan tertib dan khidmat. Ketika petugas upacara sudah menyalakan api unggun, semua menyanyikan lagu api unggun, dengan pertunjukkan kembang api dan dilanjutkan amanat dari Kakak Pembina. Kakak Sriyono, S.Pd. menyampaikan, “Jadilah pramuka yang disiplin dan tangguh tapi tetap seorang pandu yang Islami.” Beliau juga mengatakan, “Untuk dapat menikmati setiap kegiatan yang diselenggarakan di alam sini, nikmati kemahnya, agendanya, dan ikuti setiap kegiatan dengan ikhlas dan ceria. Insyaallah setiap kegiatan ini akan ada hikmah dan kemanfaatan yang dapat diambil nantinya,” tutur Beliau. Setelah doa dan penutupan upacara api unggun, acara dilanjutkan dengan pentas seni setiap angkatan.

Pentas seni dibuka oleh MC dengan urutan per angkatan maju. Siswa kelas VII menampilkan musikalisasi puisi dasadarma pramuka kedua Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Siswa kelas VIII yang menampilkan gerak dan musik dengan tema dasadarma pertama dan ketiga, Takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa dan Patriot yang sopan dan kesatria. Ada juga siswa kelas IX yang menampilkan drama dasadarma ke-X, Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Semua peserta antusias dan penuh riang menyaksikan setiap penampilan siswa. Acara diakhiri dengan penampilan dari Ustadz Jalil sebagai penutupan api unggun. Ustadz Jalil mendendangkan shalawat dengan alunan beatbox dari salah satu siswa ikhwan. Pentas seni kemudian ditutup, semua peserta kemah segera bergegas ke tenda masing-masing untuk bersih-bersih dan beristirahat tidur malam.
( Admin: Fadhlan )


