Suasana haru dan semangat kemanusiaan menyelimuti halaman SMPIT Al Huda pada Senin pagi saat seluruh civitas akademika menggelar Aksi Bela Palestina. Acara ini diinisiasi oleh pihak sekolah dan OSIS sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan rakyat Palestina, khususnya anak-anak yang menjadi korban konflik berkepanjangan.

Aksi dimulai pada pukul 07.30 WIB dan dipandu oleh dua MC dari siswa kelas 8, yang dengan penuh semangat membuka acara dan menyambut peserta. Seluruh siswa dan guru berkumpul di Lapangan Gedung Palestina, siswa dan siswi membawa poster dan spanduk spanduk yang mendukung aksi bela palestina.

1. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh ananda Muhammad Fauzan (kelas 8A), yang membacakan ayat suci Al Quran. Suasana menjadi khidmat dan menyentuh, mengingatkan akan pentingnya persaudaraan antar umat manusia.
2. Orasi dari Siswa dan Siswi
Selanjutnya, orasi disampaikan oleh tiga perwakilan siswa: Qutaibh Syua’ib dari kelas 8A ,Akbar Yusuf,dan Yumna Aisya dari kelas 8E. Dalam orasinya, mereka menyuarakan keprihatinan terhadap penderitaan anak-anak Palestina yang kehilangan keluarga, rumah, bahkan hak untuk hidup dengan aman.
“Mereka bukan hanya kehilangan rumah, tapi juga kehilangan masa depan. Kita, yang berada di sini dengan aman dan nyaman, harus peduli dan terus bersuara,” seru Yumna Aisyah dengan suara lantang.
3. Doa Bersama
Setelah orasi, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Aryan Andika. Dengan penuh haru, seluruh siswa dan guru menundukkan kepala, memohon kepada Allah SWT agar konflik di Palestina segera berakhir dan rakyat Palestina diberi kekuatan serta kedamaian.
4. Penutup dan Yel-Yel SolidaritasAcara ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Ustadz Aryan, yang menegaskan bahwa SMPIT Al Huda akan terus mendukung perjuangan kemanusiaan melalui doa, edukasi, dan aksi nyata.

Sebagai bentuk semangat solidaritas, seluruh siswa bersama-sama meneriakkan yel-yel perjuangan:
“Birruuh! Biddam! Nafdika ya Aqsha!”
(Dengan jiwa! Dengan darah! Kami bela engkau, ya Aqsha!)
Teriakan itu menggema penuh semangat di halaman sekolah, menggetarkan hati siapa pun yang mendengarnya. Yel-yel diulang tiga kali dan ditutup dengan takbir bersama:
“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”
Setelah itu, acara diakhiri dengan sesi foto bersama sambil membentangkan spanduk “BOIKOT PRODUK ISRAEL”