16zerotoheroMinggu (26/2), SMPIT Al Huda menghelat seminar pembentukan karakter anak  Zero to
Hero
dalam sambutan Kepala SMPIT Al Huda, Harmoko Triaji generasi muda kita
dihadapkan pada pilihan baik dan buruk, perilaku yang kurang baik harus segera
diperbaiki untuk kejayaan umat. Sebelumnya acara dimulai telah ditampilkan
beberapa prestasi siswa baik akademik maupun extra kurikuler yang dipandu
Ustadz Suwito dan Ustadz Hasan. Di lanjutrkan acara inti seminar pendidikan
karakter.

Seminar
dipandu oleh Ustadz Sriyono dari SMPIT Al Huda Wonogiri dengan pembicara 
Ustadz Solikhin Abu
Izzuddin (Inspirator Nasional, Penulis
buku best seller ZERO to HERO)
dan Bapak BEST: Bambang Eko Sarwono ( yang telah
banyak pengalaman di dunia pendidikan dari guru, Pimpro, Kepala Dinas Pendidikan,
Humas dan Pengawas, kita akan belajar banyak dari beliau). Dalam perhelatan itu
dihadiri 400 orang dari berbagai kalangan pendidik, tokoh masyarakat,
walisanti, wiraswastawan, alumni dan tentu seluruh komponen SMPIT Al Huda.

Ustadz Solikhin Abu Izzuddin
menyampaikanManusia lahir ke dunia dalam keadaan Zero : O : Tak Punya Apa-Apa dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak
mengetahui sesuatu pun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati,
agar kamu bersyukur.
(An-Nahl : 78). HERO adalah orang yang bisa menjadikan
keterbatasannya menjadi sesuatu yang luar biasa.
Berprestasi
di tengah keterbatasan adalah sebuah kepahlawanan dalam bentuk yang lain.

Contoh pendahulu kita:

  • Imam Syafi’i : Kecil-kecil jadi mufti, Kreatifitas Unik EQ
  • Abu Bakar Al Misyki : Wow Wanginya tak mau pergi, Spiritualitas SQ
  • Sopir Albert Einstein : Pengalaman Sebaik-baik bukti, Ketrampilan Belajar IQ
  • Kisah seorang guru dengan gaji Rp.17.000,- / bulan dan seorang penjual
    bakso menabung sehari Rp.100,- sejak tahun 1971, tahun kedua Rp.200,- / hari
    dst.
    Tahun 2006 tabungan penjual bakso sebesar Rp.500
    juta (SETENGAH MILYAR RUPIAH)
  • Abu Hurairah, masuk Islam usia 60 tahun tapi mampu meriwayatkan hadits
    sebanyak 5
    .374 hadits

 

Momentum =
Prestasi

Rasulullah bersabda, “Ada dua nikmat dimana orang banyak tertipu dengan
keduanya, nikma
t sehat dan waktu luang.” (Hr. Bukhari dari Ibnu
Abbas) Orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu maka seperti orang yang sudah
mati, hidup tak sopan mati bikin bau.

Bagaimana Meraih Prestasi Seperti Mereka?

Inilah yang perlu kita temukan jawabnya di dalam
pelatihan ini. Sebuah pelatihan praktis untuk mengembangkan kemampuan otak kiri
dan otak kanan secara seimbang dan integral agar bisa meraih kesuksesan. Find
your life. Temukan hidup Anda
. Buka potensi, gali motivasi, raih prestasi.

·
IQ (Intelectual Quotient) kemampuan dasar,
membaca, berhitung dan bahasa. Kemampuan minimal yang mesti dimiliki. Kisah
Kelinci bisa melawan dan mengalahkan serigala dan beruang.

·
EI (Emotional Intelligence) Kemampuan  untuk memahami dan ikut merasakan apa yang
dialami diri sendiri, orang lain dan kemampuan untuk membaca emosi orang lain
atau situasi sosial tempat kita berada dan menanggapinya dengan tepat.  EI adalah kemampuan untuk merasakan dan
berempati dengan kondisi orang lain.

·
SI (Spiritual Intelligence) adalah kemampuan
untuk memahami makna dan nilai (value) tertinggi kehidupan serta tujuan
fundamental dan makna terdalam anusia.
SI menjawab pertanyaan paling mendasar ,          ”siapa
saya?”, ”untuk apa saya dilahirkan?”,
”mau kemana saya?” SI memiliki kemampuan untuk mengatur diri (self
organizing) dan memberikan kemampuan bawaan untuk membedakan antara yang benar
dan yang salah. SI adalah perekat yang menghubungkan semua manusia secara
global dan universal.Cerdaskan Diri dengan ZERO to HERO

 

Training ZERO to HERO membangun kesadaran mendasar bahwa

1.
Setiap manusia berangkat dari ZERO, dari start
yang sama. Diberi waktu yang sama. “Cara kita menggunakan waktulah yang membuat
kita berbeda.”

2.
Kesempatan yang ada di dunia terbatas, yang sehat
akan sakit, yang muda akan tua, yang kaya akan miskin, yang sempat akan sibuk,
yang hidup akan mati, Maka gunakan kesempatan agar tidak menyesal.

3.
Kita memiliki tiga anugerah yang terindah

·
Ahsanu Taqwim à Kita adalah manusia, sebaik-baik makhluk ciptaan
Allah
à Bersyukurlah gunakan semua nikmat yang ada (At-Tiin : 5)

·
Ahsanu Qaulan à Jadilah manusia yang paling baik ucapannya,
berdakwah, ajaklah orang lain dalam kebaikan, perbanyak energi positif.
(Fushilat: 33)

·
Ahsanu amalan à Jadilah manusia terbaik amalnya, terdepan dalam
kebaikan. (Al Mulk: 2)

Namun dalam memahami diri dan memanfaatkan
fasilitas dari Allah, manusia terbagi dalam tiga kategori:

  • Zhalimun Li Nafsihi à Keburukannya lebih banyak à Tergesa-gesa, ingin cepat sampai à Quitters
  • Muqtashid à Merasa Cukup dengan menunaikan yang wajib
    saja, ambil posisi aman dan nyaman
    à Campers
  • Saabiqun bil khairat bi-idznillah à Meningkatkan Kualitas dengan Amalan Sunnah,
    Ingin selalu lebih baik dan menjadi yang terbaik.
    Siap belajar dan keluar dari ZONA Nyaman à Climbers, pendaki sejati

 

DZIKIR :
Zerokan Diri dengan Dzikrullah

DZIKIR, Bedakan Hidup dengan Mati. Perumpamaan
Orang yang MENGINGAT ALLAH dengan ORANG yang tidak MENGINGAT-NYA, seperti Orang
Yang Hidup dengan Orang MATI. (HR. Bukhari dari Abdullah bin Amru bin Ash).
Tanpa Dzikir = BANGKAI BERJALAN

·
Qiyaman> Big is powerfull>Falyughayyir
Biyadihi

·
Qu’uudan> Medium is wonderfull>Falyughayyir
Bilisaanihi

·
Junubihim>Small is beautifull>Falyughayyir
Biqalbihi.

·
Dzikir, Niat Benar amal menjadi besar

AMAL TERGANTUNG NIAT. Mengapa ada orang rela berbondong-bondong ke tanah
suci dengan ta
ruhan mati? Mengapa anda mau menghadiri seminar
semacam ini? Ini pertanyaan yang mesti dijawab di awal? Apa yang mendasari
setiap amal?

Apa yang menjadi dorongan anda melakukan sesuatu
atau meninggalkan sesuatu?
Itu pertanyaan
mendasar yang mesti selalu dikaji dengan benar.

Kita   akan
bekerja  lebih baik   jika memiliki tujuan. Tujuan kita  merupakan hasil pemikiran  dan pemahaman
yang   kita sadari. Kesadaran
paling dalam dalam diri manusia disebut sebagai
keyakinan, value, dan belief. Motif merupakan   ekspresi dari keyakinan dan  tujuan dalam hidup. Orang akan    siap melakukan apa saja  untuk dapat memenuhi tuntutan hidup, dorongan
hidup  dan sesakan  hidup. Seseorang  akan memperoleh hasil kerja
(produktifitas)  yang dilakukan sesuai
dengan  apa yang diniatkannya (rencana).
Dan niat seseorang mukmin  lebih  baik dari
amalannya.  Hidup adalah perbuatan
yang harus dipertanggungjawabkan.

Maka, hati-hatilah dengan niatmu, karena suatu
saat akan dikabulkan. “Barangsiapa yang mati, dan tidak pernah berjihad serta
tidak pernah berniat untuk berjihad, maka ia akan mati dalam salah satu cabang
kemunafikan.” (H.r. Muslim)

Hasan Al Banna mengatakan,
”Impian kita hari ini akan menjadi kenyataan esok hari.”
Kekuatan ini merupakan rahasia terbesar yang
perlu terus digali.

Ber-PIKIR berlandaskan spiritualitas melahirkan kreatifitas

Keyakinan akan menghasilkan jalan. Spiritualitas
akan melahirkan kreativitas. Inilah kekuatan dasar yang menjadi sumbu sukses
dan kunci bahagia. Semangat mempertahankan harga diri akan melahirkan ide besar
sehingga percaya diri menemukan solusi. Kemenangan hadir bila
bersungguh-sungguh dalam menapaki, mendisiplinkan diri dengan hati-hati. Taat
menjauhi maksiat. Kuncinya kreatifitas.
Imam Syafi’i kreatif mengajar dengan metode quantum tarbiyah. Abu Bakar
Al Miskiy kreatif menghindari jebakan birahi.

Ada tiga prinsip energi spiritual:

1.Kebenaran adalah potret realitas sesungguhnya. Kebenaran adalah sesuatu yang paling nyata. Setiap hari kita berhadapan
dengan kebenaran. Karena begitu dekatnya membuat kita kadang tak merasakan
keberadaannya. Tumbuhan yang tumbuh adalah salah satu contoh kebenaran. Usia
yang bertambah mengurangi umur yang menjadi jatah. Peristiwa, hukum alam,
bencana adalah kebenaran tak terbantahkan. Kejujuran, kesabaran dan konsistensi
adalah beberapa contoh kebenaran yang ada pada manusia. Kebenaran ini
melahirkan integritas yang kuat. Tak mau melakukan “dosa-dosa kecil” karena
akan menggiringnya merasa ringan melakukan dosa besar. Seperti birokrat, saat
baru diangkat bisa mengatakan tegas, ”Ini haram ini halal.” Tegas. Beberapa
bulan ia berkata, “Kayaknya ini haram.”
Beberapa bulan lagi berkata, “Ini nggak
apa-apa, Cuma makruh.”
Wah, lama-lama bisa jadi halal dong? Na’udzubillah.

2.Keadilan, sesuai haknya.
Keadilan berarti memberikan sesuatu sesuai dengan haknya.
Sesuai tuntunan dan tuntutan syariat. Hasil  berdasarkan usaha dan kinerja. Alokasi berdasar
kebutuhan. Ini adalah prinsip yang sangat mendasar dalam kehidupan. Tubuh
diberikan keadilan akan sehat. Akal diberi ilmu akan cerdas. Hati disirami amal
ruhani akan bercahaya. Adillah, cari akhirat sebagai prioritas jangan lupakan
bagian dunia. Mengapa harus prioritas? Lha iya, tujuan jangka panjang harus
lebih dipersiapkan daripada jangka pendek. (Al Qashash: 77)

3.Kebaikan itu melampaui kadarnya. Ada kelebihan yang kau diberikan. Memberikan lebih daripada haknya.
Sekedar memenuhi kewajiban dan taat hukum, itu tataran moral terendah. Moral
itu di atas hukum, akhlak di atas fiqh, saleh sosial setelah saleh ritual.
Zakat wajib itu saleh ritual, tapi bila infaq, shadaqah, wakaf itu saleh
sosial. Berhaji ogah berinfaq berarti baru saleh ritual. Saleh sosial itu  mendahulukan saudaranya atas dirinya sendiri.
Segera dalam membayar hutang, murah dalam jual beli, tidak mendesak dalam
meminta, memaafkan yang menganiayanya, adil meski terhadap yang membencinya, “dan mereka mengutamakan (orang-orang
Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan
siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang
beruntung”
(Q.s. Al-Hasyr: 9).

Berpikir kreatif = berpikir dengan cara berbeda.

Untuk mengubah diri menjadi orang-orang luar
biasa, dari PEMIMPI menjadi PEMIMPIN, kita perlu menambah ”N”, yakni PEMIMPI
à PEMIMPI + N

*
N = niteni = identifikasi

*
N = nemo‘ake =
kreasi

*
N = niro‘ake    =
imitasi

*
N = nimbang2 = analisis

*
N = nambah2-i= inovasi

Skill = Banyak berlatih biar lebih terampil.

Yakni selalu meningkatkan kemampuan diri dengan
selalu banyak berlatih terhadap hal-hal baru yang dibutuhkan dan bermanfaat
bagi diri, keluarga dan masyarakat. ”Ketrampilan sekecil apapun akan bermanfaat
dalam hidup.” Ketrampilan atau skill inilah yang akan menjadi modal untuk mampu
bertahan dalam berbagai keadaan, bagaimanapun beratnya. Yang menyelamatkan
hidup seseorang bukan ilmunya tetapi ketrampilannya menggunakan ilmu yang
dimiliki untuk membangun jati diri dan meraih prestasi sepanjang hari, hidup
happy full prestasi.

            Praktikum
: Re-CODE Your ESQ

  • Tilawah>banyak baca>to Follow>Agar TAHU
  • Tazkiyah>jagalah hati>Sucikan Jiwa>Agar MAU
  • Ta’lim
    belajar terus
    >Tambah Ilmu>Agar MAMPU

Dan JADILAH PRIBADI YANG BERMANFAAT

  •  AKU DIRI     >Pemahaman
    Diri>TENANG
  •  AKU SOSIAL>Penerimaan thd Diri>SENANG
  • AKU IDEAL              >Menjadi
    Benar>MENANG

Dan… Raihlah HERO, Happy Ending
full baROkah

Jika anak Adam meninggal, maka seluruh amalnya
terputus kecuali tiga perkara (GELU) yakni,

  1. Shadaqah jariyah
  2. Ilmu yang bermanfaat
  3. Anak Shalih yang selalu mendoakan keduanya. (Hr. Muslim)(SRIY HUMAS)